Tuesday, January 03, 2006

Foolish Games

You took your coat off and stood in the rain,
You’re always crazy like that.
And I watched from my window,
Always felt I was outside looking in on you.
You’re always the mysterious one with
Dark eyes and careless hair,
You were fashionably sensitive
But too cool to care.
You stood in my doorway, with nothing to say
Besides some comment on the weather.

Well in case you failed o notice,
In case you failed to see,
This is my heart bleeding before you,
This is med own on my knees, and...
These foolish games are tearing me apart,
And your thoughtless words are breaking my heart,
You’re breaking my heart.

You’re always brilliant in the morning,
Smoking your cigarettes and talking over coffee.
Your philosophies on art, Baroque moved you.
You loved Mozart and you’d speak of your loves ones
As I clumsily strummed my guitar.

Excuse me, think I’ve mistaken you for somebody else,
Somebody who gave a damn,
Somebody more like myself.

These foolish games are tearing me, you tearing me, you tearing me apart,
And your thoughtless words are breaking my heart,
You’re breaking my heart.

Lagu Foolish Games-nya Jewel mengingatkanku pada seorang teman lama. Part …."You're always brilliant in the morning, Smoking your cigarettes..." membuatku flash back pada sebuah obrolan beberapa tahun silam saat ia menceritaiku tentang sebuah kisah yang ia beri judul... "Kisah Sebatang Rokok":

Rokok...dinyalakan oleh korekku. Dan rokok kuhisap, asapnya pun mengepul kesana kemari. Kunikmati rokok tersebut hingga tinggal gabusnya saja. Lalu kunyalakan lagi sebatang rokok yang baru. Begitu seterusnya...terus...dan terus...hingga nafasku habis.

Aku sadar, kalau aku merokok bisa membunuh aku sendiri. Tapi apa yang didapat dari merokok...orang lain nggak bakal tahu. Dari merokok aku dapat inspirasi, dapat menemukan ide2 bagus, dan bahkan dapat teman banyak dan masih banyak lagi. Kadang aku pikir, rokok adalah teman yang paling ngerti aku. Padahal aku sendiri tahu kalau rokok akan membuat mati diriku..."

I laughed out loud at that time, but then he said...."dengerin lanjutannya dulu...Ada sesuatu dibalik cerita ini..."

Len...tahu nggak yang aku maksud? Begini,.... aku tahu suatu saat aku akan mati, tapi sekarang aku harus hidup, hidup dengan cara-ku sendiri...dan beginilah cara-ku hidup. Begitu juga kamu...kamu harus hidup, sekarang…saat ini! Tapi cara hidup aku dan kamu pastilah berbeda, masing-masing punya cara sendiri karena latar belakang, keadaan dan masalah yang kita hadapi berbeda-beda. Jadi kita harus hidup dengan cara kita sendiri, dengan dunia kita sendiri..."

Sesuatu sepertinya akan terjadi...dan.......

Besok aku akan pergi, Len! Entah kemana....pokoknya menghilang jauh sekali...."

Dan benar, dia pergi…dan aku bukanlah siapa2 yang bisa mencegahnya. Ia pamit dalam sederatan kalimat... "Menghilang".... :

Angkasa raya yang bijaksana dan berwibawa
Langit biru dan bintang-bintang yang jelita
Laut biru dan karang yang slalu tegar
Gunung dan bumi yang bersahaja
Ijinkanlah aku menghilang
Ijinkanlah aku sirna

Malam yang slalu hitam
Mendung yang selalu murung
Pagi yang slalu cerah merekah
Burung yang slalu berkicau bersahutan
Ijinkanlah aku merindukanmu
Ijinkanlah aku merinduimu

Smua alam semesta raya merdeka
Smua sobat kerabat tanah tercinta
Smuanya…saja yang slalu damai sejahtera
Ikhlaskanlah aku
Ikhlaskanlah....


Dimana pun kamu berada, teman….semoga Allah SWT selalu melindungi-Mu! Remember, you're not a looser! You're not a coward! I know that!

As Jewel said : ....You're always the mysterious one. You're always crazy like that!

2 comments:

  1. Whoaa bener itu...nikotin sangat membantu saat otak mo mikir hehehe

    ReplyDelete
  2. @Jeng Ungu : Haha, mungkin sih! Maklum saia hanya pasif saja menghirupnya, wkwk!

    ReplyDelete