Monday, July 19, 2010

Sebuah moment di dalam angkot...

Sebuah kisah lama, tapi kerap masih membuatku tertawa. Alkisah, tibalah hari off-ku setelah 2 minggu di offshore. Turun dari boat, akupun nyegat angkot dari depan pilot jetty deket Pelabuhan Semayang Balikpapan. Murah meriah bo, dengan 2 kali naik angkot yang berarti cuma 6000 perak, dia akan membawaku sampai ke Sepinggan Airport. Dan sebuah percakapan dengan supir angkot terjadi di angkot nomor 07 dari terminal Balikpapan Permai.

"Abis darimana, Mbak? Kok bawa ransel segala?" si supir nanya
"Dari laut, pak" jawabku sekenanya.
"O, kerja di rig ya, Mbak?" tanyanya lagi
Aku menjawab "ya, Pak"
"Kerja apaan di rig, Mbak? Tukang masak ya?"

Gubrax, agak-agak nyaris meledak ketawaku, tapi ku-empet.

Lalu kujawab "Bukan tukang masak Pak, saya jadi petugas laundry di rig. Ya nyuci-nyuci baju gitu di rig" sekali lagi pengen ketawa, tapi kutahan, dan aku menjawabnya dengan tampang serius.

"O, begitu ya Mbak. Berapa gajinya di sana?"
"Wah, biasa aja Pak. Yang penting cukup buat makan" jawabku
"Sama, Mbak. Narik angkot begini sudah beda sama jaman dulu. Sekarang penumpang juga sudah jarang. Yang penting halal-lah Mbak" imbuhnya
"Iya, Pak. Betul"

Angkot melaju di sepanjang jalan raya...(entahlah, aku tak tahu nama jalannya, secara tak pernah lama menyinggahi Balikpapan). Penumpangpun naik-turun.

"Turun mana, Mbak?"
"Bandara, Pak"
"Lha mau kemana, Mbak?"
"Jakarta" jawabku

Si supir angkot tersebut kaget.

"Tinggal di Jakarta ya Mbak?"
"Iya Pak"
"Berarti bolak-balik Jakarta-Balikpapan?"
"Iya, Pak"

Si supir kelihatan makin bingung.

Entahlah. Yang jelas kemudian aku turun dari angkot ketika sampai di Bandara. Jadwal check in ku sudah mepet.

Sekali lagi aku pengen tertawa. Dulu, jaman dulu, aku ingat ketika naik sebuah maskapai penerbangan dari Manado ke Jakarta, bahkan si pramugari tidak percaya kalau aku duduk di kelas bisnis bahkan sampai boarding passku diminta untuk ditunjukkan dan dibawanya untuk dicek kembali. Dia kembali ke tempat dudukku kemudian sambil bilang "Maaf Mbak, saya kira petugas check in di depan salah ngasih nomor tempat duduk ke Mbak". Gubraxxx!

Well, marilah kita nikmati hidup! Dan berdansa dengannya...hahaha...

2 comments:

  1. hahahaha,,,,,
    masa sih ampe segitunya????

    ReplyDelete
  2. sepertinya pernah mengalaminya...

    ReplyDelete